Home / Berita Umum / Siswi SMP di Pacitan Dicabuli Duda Anak Satu 3 Kali Sehari

Siswi SMP di Pacitan Dicabuli Duda Anak Satu 3 Kali Sehari

Siswi SMP di Pacitan Dicabuli Duda Anak Satu 3 Kali Sehari – Kesepian selesai bercerai, membuat Riyanto (25) gak kuasa meredam nafsu. Pria penduduk Kecamatan Tegalombo, Pacitan ini nekat menyetubuhi anak dibawah usia sampai 3 kali satuhari. Korbannya seseorang siswi SMP di Kecamatan Bandar.

” Karena saya betul-betul menyintai dia (korban) pak. Saya betul-betul sayang serta mau menikah dengan dia, ” jawab aktor di tanya penyidik waktu launching di Mapolres Pacitan, Senin (12/8/2018).

Pertemuannya dengan korban yang baru berumur 14 tahun berasal dari medsos. Saat 3 bulan, kedua-duanya sungguh-sungguh berkomunikasi. Percakapan juga menuju pada sumpah serapah untuk membawa sang anak ke pelaminan.

Satu pagi, aktor tawarkan layanan menjemput korban ke rumah. Alih-alih mengantar ke sekolah, aktor membawa korban dengan sepeda motor ke satu gubuk wisata di Dusun Grigak, Desa Kemuning. Di situlah perbuatan seperti suami istri dilaksanakan aktor sampai 3 kali.

” Menjadi terduga ini menjemput korban ke tempat tinggalnya. Tak diantar ke sekolah akan tetapi dilaksanakan sampai malam hari kurang lebih jam 22. 30 WIB, ” jelas Kasubbag Humas Polres Pacitan, AKP Djamin terhadap wartawan.

Raibnya korban sampai mendekati larut malam tentunya membuat keluarga serta sekitar lingkungan gempar. Penduduk juga beramai-ramai mengerjakan penelusuran. Korban selanjutnya diketemukan berbarengan aktor di satu diantaranya rimba wisata.

Selesai digerebek penduduk, aktor terus diserahkan ke Mapolsek Bandar. Untuk mempertanggungjawabkan tingkah lakunya, terduga yang bekerja menjadi petani melakukan kontrol di Satreskrim Polres Pacitan. Dia dijaring masalah 81 ayat 2 UU No 35/2014 perihal Perlindungan Anak.

” Dengan ancaman sedikitnya 5 tahun, maksimum 15 tahun penjara serta denda Rp 5 milyar, ” jelas AKP Djamin.

Untuk keperluan penyidikan, polisi mengamankan beberapa tanda untuk bukti. Di antaranya kemeja yang digunakan korban dan sepeda motor Fiz warna merah. Kendaraan roda 2 itu dipakai terduga untuk menjemput korban.

Belajar dari perkara yang berlangsung, Kasubbag Humas mengimbau penduduk bijak bermedia sosial. Yaitu dengan tak demikian saja yakin dengan orang yang baru diketahui didunia maya. Lebih dalam sejumlah momen awal mulanya, ada penduduk tertipu lantaran pertemuan lewat sosmed.

About admin