Home / Berita Umum / Senam Denok Digelar untuk Peringati HUT Kota Semarang dan Hari Kartini

Senam Denok Digelar untuk Peringati HUT Kota Semarang dan Hari Kartini

Senam Denok Digelar untuk Peringati HUT Kota Semarang dan Hari Kartini – Dalam serangkaian HUT ke-472 Kota Semarang, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang lewat Dinas Pemuda serta Berolahraga (Dispora) mengadakan lomba Senam Denok. Lomba dibarengi oleh 16 grup ibu-ibu PKK perwakilan dari semua kecamatan di Kota Semarang.

Kepala Dispora Kota Semarang Gurun Risyadmoko menjelaskan, tidak hanya memperingati HUT Kota Semarang, lomba itu dalam rencana memperingati Hari Kartini. Mewakili Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, dia mengapresiasi penyelenggaraan itu.

“Lewat senam ini, kami ingin memasyarakatkan Senam Denok menjadi senam kreasi asli dari Kota Semarang,” kata Gurun dalam info tercatat, Rabu (24/4/2019).

Dalam modifikasinya, instrumen senam datang dari lagu ‘Gambang Semarang’, tempo lagu juga jadi lebih cepat sesuaikan ketukan serta pergerakan senam, hingga aransemen musik menyentuh musik jazz dengan tempo cepat.

Semenjak rilis pada Mei 2017, Pemkot Semarang lewat dispora sudah lakukan usaha untuk memperkenalkan senam ini. Dispora Kota Semarang juga teratur mengadakan lomba Senam Denok di sejumlah peluang dalam perayaan hari-hari besar yang menyertakan komponen warga seperti waktu peringatan HUT RI, Haornas, serta HUT ke-472 Kota Semarang.

Bahkan juga, menurut dia, dalam beberapa peluang sudah dikerjakan lomba pada tingkat kecamatan, supaya senam ini makin popular serta di terima oleh warga Kota Semarang.

“Saya mengharap Senam Denok dapat populer seperti dalam Senam Gemufamire serta Senam Poco-poco,” katanya.

Seirama dengan Gurun, Kabid Sumber Daya Berolahraga Dispora Kota Semarang, Sri Haryanto, mengemukakan pihaknya akan semakin memperkenalkan senam itu pada komponen warga Kota Semarang.

“Ke depan akan dibikin surat edaran pada OPD (Organisasi Piranti Daerah) serta sekolah dalam usaha memasyarakatkan Senam Denok, supaya senam ini menjadi materi diantara senam-senam yang lainnya,” kata Sri.

Walau nama tarian ini sama dengan wanita, yaitu denok, berdasarkan keterangan Sri, senam ini bisa dikerjakan oleh siapa juga, baik lelaki ataupun wanita, serta tidak hanya terbatas ibu-ibu saja.

Pada lomba di Balai Kota Semarang itu, persyaratan penilaian salah satunya stamina pesenam, tampilan, kepaduan, serta perform keseluruhannya dari tampilan team.

Tampil menjadi pemenang lomba ialah Team Senam Ibu PKK dari Kecamatan Semarang Utara (Semut). Team yang beranggotakan 7 orang itu keluar menjadi juara umum sesudah memenangkan juara pertama grup dan beberapa nomer perorangan.

About admin