Home / Berita Umum / Advokat Pengawal Konstitusi Memberikan Laporan Empat Anggota DPR Ke MKD

Advokat Pengawal Konstitusi Memberikan Laporan Empat Anggota DPR Ke MKD

Advokat Pengawal Konstitusi Memberikan Laporan Empat Anggota DPR Ke MKD – Advokat Pengawal Konstitusi memberikan laporan empat anggota DPR ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) berkaitan perkara hoax Ratna Sarumpaet pada Kamis (6/10/2018) kemarin. Ke-4 orang itu di antaranya Fadli Zon, Fahri Hamzah, Rachel Maryam serta Mardani Ali Sera.

Anggota Advokat Pengawal Konstitusi, Jefri, menyesalkan empat orang di tim capres-cawapres nomer 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu mengemukakan berita pemukulan Ratna Sarumpaet tiada lebih dahulu melihat kebenaran info itu.

Ditambah lagi, mereka tak lakukan laporan pemukulan Ratna ke polisi bertindak sebagai penegak hukum, namun malah mengglorifikasi narasi bohong Ratna.

” Realita dilaksanakan dengan tidak pedulikan prosedur hukum. Bahkan juga perkara [pemukulan Ratna] ini tak ingin dilaporkan ke polisi sebab takut semua ragam, itu dikatakan langsung anggota dewan, yang notabene kepolisian merupakan partner pemerintah, ” ujarnya dalam diskusi di Karet Kuningan, Setia Budi, Jakarta Selatan, Sabtu (6/10/2018) .

Waktu mengemukakan pengakuan masalah perkara Ratna di kediamannya Selasa malam, Prabowo sendiri menilainya pemeran yang menganiaya Ratna Sarumpaet pengecut. Alasannya, kekerasan itu dilaksanakan pada wanita yang udah berumur 70 tahun. Bahkan juga, menurut dia, aksi ini meneror kelangsungan demokrasi di negeri ini.

Prabowo mengakui baru paham peristiwa pendapat penganiayaan pada Ratna, Senin (1/10/2018) malam lewat foto-foto yang tersebar di sosial media.

Lantas, bersama-sama Wakil Ketua DPP Gerindra Fadli Zon serta anggota Dewan Pembina Pemenangan Prabowo-Sandiaga, Amien Rais, dia menjumpai Ratna Selasa sore. Selanjutnya, narasi masalah pemukulan Ratna lantas menebar dari Fadli Zon serta diamini oleh banyak politisi di tim Prabowo.

Akan tetapi terakhir, Ratna yang tergabung dalam team sukses Prabowo-Sandiaga mengakui bersalah sebab udah sebarkan hoax.

Dia menyampaikan bila ia tak dianiaya oleh sekumpulan orang tidak diketahui di Bandung, Jawa Barat, pada 21 September 2018. ” Kesempatan ini saya pencipta hoax terpilih nyata-nyatanya, menghebohkan semua, ” kata Ratna.

About admin