Home / Berita Umum / Sudah 2 Bulan Warga Pemalang Kesusahan Air Bersih

Sudah 2 Bulan Warga Pemalang Kesusahan Air Bersih

Sudah 2 Bulan Warga Pemalang Kesusahan Air Bersih – Beberapa penduduk Pemalang, Jawa Tengah mulai kesusahan air bersih diawalnya musim kemarau sekarang. Sudah ada hampir dua bulan ini, penduduk yg ada di 14 desa di 2 Kecamatan di Kabupaten Pemalang, alami kesusahan air bersih.
Dua Kecamatan yg alami kesusahan air bersih yaitu di Kecamatan Pulosari serta Kecamatan Belik. Di Kecamatan Pulosari ada 12 desa sedang di Kecamatan Belik ada 2 Desa.

” Di Pemalang desa terpengaruh kekeringan ada 14 desa, 12 desa di Kecamatan Pulosari serta 2 desa di Kecanatan Belik, ” KataKepala BPBD Kabupaten Pemalang, Wismo waktu didapati detikcom di Desa Clekatak, Kecamatan Pulosari, Rabu (03/06) .

Dijelaskanya, di Kecamatan Pulosari sendiri kritis air bersih berlangsung di semua desa yg ada pada Kecamatan Pulosari. Keperluan air penduduk, sampai kini gantungkan pada beberapa mata air di Desa Karangsari. Mata air paling besar yaitu di Lungsir, Karangsari.

” Untuk droping air bersih kita ambilkan dari mata air karangsari. Tetapi tidak semua desa dapat tercover, sebab minimnya armada, ” kata Wismo.

Aris Rahardja, Staf Kecamatan Pulosari memberikan tambahan, dari 12 desa di kecamatannya hampir seluruh ambil air di sumber mata air di Karangsari.

” Jika penduduk yg tidak kebagian air bersih dari BPBD, mereka gunakan layanan service pemungutan air bersih, ” tukasnya.

Disebutkan Aris, mata air Lungsirlah yg terbanyak diambil untuk penuhi keperluan air bersih di 12 desa di lokasi Kecamatan Pulosari. Soal ini disebabkan akses sumber mata air itu ada persis ditepi jalan raya Karangsari.

Biarpun di Desa Karangsari ada beberapa mata air, ada sejumlah dusun yg terpengaruh kekeringan, antara lain Dusun Waryan.

Disamping itu, di sumber mata air Karangsari, sejumlah kendaraan pick up serta truk tengah berjajar mengisap air yg mengalir di sumber mata air ditempat. Kendaraan angkut barang ini, dikasih toren atau bak penampung air serta mesin pompa air, untuk mengisap air.

Untuk kendaraan kecil, dapat menyimpan air keseluruhan muatan 1. 400 liter, yg terbagi dalam toren besar serta toren kecil. Sedang truk engkelnya, dapat menyimpan toren besar, dengan keseluruhan muatan 4 ribu liter air.

” Saya kebanyakan hadir mengambil di sini sepuluh kali mas. 1 kali mengambil, kurang lebih 1. 400 liter untuk satu rumah. Saya jual di antara limapuluh sampai enampuluh ribu, terkait jarak desanya, ” kata Kuat Prihanto, pengemudi layanan service air bersih.

Ia biasa melakuman pengiriman air ke rumah-rumah penduduk di Desa Gambuhan.
Adapula yg gunakan truk engkelnya yang bisa menyimpan dua toren besar dengan keseluruhan kemampuan 4. 000 liter.

” Jika saya untuk pengiriman ke Desa Clekatakan. Desa paling jauh. Mereka membayar di antara 160 sampai 170 ribu untuk sekali angkut, ” kata Udin, pengenudi truk engkelnya.

Dalam satu hari Udin dapat 10 kali angkut, sampai jam 22. 00 WIB. Dalam pengamatan detikcom di desa paling jauh dari simber mata air yaitu Desa Clekatakan, hampir di tiap rumah siapkan bak penampumgan air. Jika tidak berbentuk bak penam ; ungan besar, mereka pun buat sendiiri.

” Di sini tiap rumah tentu miliki penampungan. Tambah banyak dibikin sendiri buat menyimpan air, ” Kata Sukirman, Kadus Kandanggotong, Desa Clekatakan.

Menurut dia, guna penampung air itu, untuk menyimpan air. Kebanyakan untuk air hujan.

” Jadi air hujan dari atap rumah, dialirkan ke penampungan air, ” tukasnya.

Diakui dia, di wilayahnya tidak ada sumber mata air, penduduk cuma memercayakan air hujan.

” Jika musim kemarau ini, ya kita beli air jika tidak di droping BPBD, ” tukasnya.

Untuk penduduk yg mengecer, dapat beli air. Satu pikul berisi dua jeriken dengan kemampuan masing masing 35 liter, keseluruhan 70 liter, seharga Rp 5 Ribu.

” Yang pasti, jika kemarau air beli, sebab tidak ada air hujan yg dapat penuhi penampung air rumah, ” tukasnya.

Di desa ditempat ada kurang lebih 6. 000 KK, yg tiap masuk musim kemarau memercayakan layanan penjualan air.

” Jika penampungan air kering kita beli. Udah semenjak akhir Mei lalu, ” kata Masitoh penduduk Desa Clekatakan.

Menurut Masitoh keperluan air dihemat sehemat mungkin, contohnya untuk bersihkan serta mandi.

” Tidak sehari-hari membersihkan. Jika mandi kebanyakan satu hari kedua kalinya, saat ini 1 kali, ya sebab dingin pun, ” tukasnya.

About penulis77