Pergantian Nama Tak Efisien Menurut Pengelola Wisata

Pergantian Nama Tak Efisien Menurut Pengelola Wisata – Perhimpunan Hotel serta Restoran Indonesia (PHRI) Banten angkut suara berkaitan Perpres 63/2019 terkait Pemanfaatan Bahasa Indonesia. Pengurus PHRI memandang, ketimbang merubah nama lebih baik pemerintah mencermati wisata privat di selama pantai Anyer ke Tanjung Lesung yang mengenai imbas tsunami Selat Sunda.

Ketua PHRI Banten Ahmad Sari Alam mengemukakan, peraturan mengedit nama hotel jadi Bahasa Indonesia pernah dikerjakan pada periode SBY kala jadi presiden. Akan tetapi, memiliki hotel-hotel berbintang yang tidak dapat mengedit nama lantaran udah jadi trademark.

Kalaupun saya sendiri sich tidak mesti lah kalaupun beberapa nama begitu, semua internasional kan tahu, ” kata Sari Alam kala diminta respon oleh di Serang, Banten, Kamis (10/10/2019) .

Ia juga sempat merubah nama hotel Merak Beach Hotel jadi Pantai Merak Hotel. Namun, pergantian nama itu tidak efisien lantaran pengunjung lebih tahu penamaan dalam bahasa asing.