Home / Berita Bola / Arturo Vidal Tidak Setuju Pakek VAR

Arturo Vidal Tidak Setuju Pakek VAR

Arturo Vidal Tidak Setuju Pakek VAR – Technologi atau sistim Video Asisten Wasit (Video Assistant Referee/VAR) yg di-test di Piala Konfederasi 2017 di Rusia pernah menumbulkan kebingungan peserta. Pelatih Cile, Juan Antonio Pizzi, menilainya diperlukan tambah banyak saat utk mendalami technologi baru itu, sehabis timnya rasakan hasil positif serta negatif.

Kala menundukkan Kamerun dengan score 2-0 pada laga pembukaan mereka di Stadion Spartak pada Minggu, Cile miliki ” gol ” yg tak disahkan saat turun minum kala VAR memastikan bahwa Eduardo Vargas ada pada urutan offside kala ia membuat gol. Akan tetapi rujukan beda dari wasit pada akhir laga bikin Vargas bisa mencatatkan namanya dalam daftar pencetak gol. Awalannya, golnya dikira offside akan tetapi lantas disahkan sehabis ditilik kembali.

” Menurut saya sistim ini butuh saat. Andaikan saya memahaminya dengan pas, kami saat ini menguji cobalah sistim serta kemungkinan ada kecurigaan kami miliki kebiasaan pada situasi-situasi beda di sepak bola, ” ujar Pizzi.

” Menurut saya kami mesti tunggu serta menyaksikan serta kemungkinan kala kami mulai miliki kebiasaan dengan hal tersebut, ini bakal jadi tambah baik, ” ucapnya pada konferensi pers sehabis laga pembukaan Kelompok B.

” Miliki gol pada akhir set pertama yg tak disahkan mencipatakan rasa stress terhadap banyak pemain lantaran mereka tak miliki kebiasaan dengan keadaan begitu. Akan tetapi, di segi beda, technologi kelanjutannnya kemungkinan akan tambah berikan keadilan pada permainan. “

” Salah satu hal negatif perihal insiden hari ini dengan VAR merupakan bahwa sukar buat banyak pemain yg focus pada permainan utk menyerapnya, serta bahkan juga walaupun itu ketetapan yg pas hal semacam itu berefek pada psikologis mereka. “

Arturo Vidal melayangkan tidak setuju keras terhadap banyak ofisial laga kala timnya ada dalam keadaan tak untungkan saat turun minum, akan tetapi terakhir menyampaikan aksinya itu berjalan lantaran panasnya perbedaan makna permainan. ” Ini merupakan pertama kalinya kami mesti bermain dengan technologi baru ini serta benar-benar benar kala Anda keluar ke lapangan, Anda berkonsentrasi penuh, jadi kala hal semacam itu berjalan pada Anda, sukar utk memahaminya. “

FIFA udah menuturkan seluruhnya terhadap kami saat sebelum laga akan tetapi, walaupun demikianlah, tak enteng utk terima bahwa gol itu offside. Akan tetapi kelanjutannnya kami menerimanya menjadi ketetapan yg adil serta sistim ini bakal berfaedah, ” makin Vidal.

Dibawah sistim VAR, wasit mampu berkomunikasi dengan dua asisten wasit yg menyaksikan video di area di stadion dengan akses ke semua saluran camera.

Mereka memonitor gol-gol yg terbentuk, penalti-penalti yang di dapatkan, kartu merah segera serta persoalan kekeliruan bukti diri pemain, kala seseorang pemain yg beroleh kartu kuning atau kartu merah memang tak turut serta dalam insiden.

Seperti kelihatan di Piala Konfederasi, VAR mampu mengoreksi wasit kala laga lagi tengah berjalan, dan ofisial laga mampu berpedoman keputusan-keputusan mereka utk laksanakan peninjauan. Tubuh pembuat ketetapan sepak bola IFAB dikehendaki mampu mensahkan pemanfaatan VAR dengan basis permanen pada Maret.

About admin